
Beberapa bulan yang lalu, kami berencana ngebom di dinding kosong di daerah sweta, mataram. Ini ialah rencana terbesar kami, karena kami rencanakan dengan crew crew graffity se-mataram, kurang lebih sekitar 5 crew yang turut bertpartisipasi. Saat itu sekitar pukul 01.00 am, kami mulai pengeboman, menyeket di dinding. Beberapa jam kemudian, entah apes apa, polisi menggrebek kami. Ingin kabur, tapi y udahlah, emang lagi apes. Akhirnya kami di giring ke polres cakranagera dengan tampang sedikit ketakutan. Kami di proses di sana. Singkat waktu, akhirnya kami di ijinkan pulang tapi dengan syarat di jemput orang tua. Ini kejadian terburuk kami, tapi dari pengalaman ini, tidak membuat kami untuk berhenti ngebom, malah kami semakin yakin bahwa kami sudah pantas menjadi bomber sjati! hhe..




