0 comments

sket graffity kami yang gagal


Beberapa bulan yang lalu, kami berencana ngebom di dinding kosong di daerah sweta, mataram. Ini ialah rencana terbesar kami, karena kami rencanakan dengan crew crew graffity se-mataram, kurang lebih sekitar 5 crew yang turut bertpartisipasi. Saat itu sekitar pukul 01.00 am, kami mulai pengeboman, menyeket di dinding. Beberapa jam kemudian, entah apes apa, polisi menggrebek kami. Ingin kabur, tapi y udahlah, emang lagi apes. Akhirnya kami di giring ke polres cakranagera dengan tampang sedikit ketakutan. Kami di proses di sana. Singkat waktu, akhirnya kami di ijinkan pulang tapi dengan syarat di jemput orang tua. Ini kejadian terburuk kami, tapi dari pengalaman ini, tidak membuat kami untuk berhenti ngebom, malah kami semakin yakin bahwa kami sudah pantas menjadi bomber sjati! hhe..
read more
0 comments

ANGLE CREW akan tetap eksis

Meskipun para crew Angle saat ini sudah berpisah, dikarenakan mereka pada melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi favorit mereka masing-masing, tapi mereka berjanji akan tetap eksis untuk tetap berkecimpung di dunia street art. Fata (ketua) saat ini melanjutkan kuliahnya di universitas negeri di bandung mengambil jurusan desain grafis, iQ saat ini tengan melanjutkan kuliah d Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya mengambil jurusan Teknik Informatika, Dwijo saat ini tengan berusaha untuk masuk di Universitas Udayana Bali, Bin-bin saat ini juga lagi berusaha masuk di Universitas negeri di Solo, Tangsi saat ini juga tengah berusaha masuk Universitas Mataram. Meskipun sudah berpisah, Angle Crew akan tetap eksis, mereka akan melanjutkan impian mereka saat mereka bertemu kembali suatu saat nanti tentunya dengan karya karya yang lebih kreatif. Gud luck! :)
read more